BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan individu (remaja) berlangsung terus menerus dan tidak
dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap
perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka yang suka
mencoba-coba pada hal yang baru. Pada perkembangan fisik remaja mulai nampak
terutama pada bagian organ-organ seksualnya secara fisik, pada masa remaja pula
mulai pembentukan hormon-hormon seksual sudah mulai terbentuk sehingga perilaku
atau tingkah lakunya banyak dipengaruhi oleh hormin tersebut.
Namun yang menjadi
perhatian kita adalah pergaulan remaja pada zaman sekarang ini sudah
sampai pada taraf mengkhawatirkan. Media massa baik elektronik maupun cetak dengan leluasa
menampilkan hal-hal yang menjadi
salah satu faktor penyebab kerusakan akhlak generasi muda pada masa
sekarang ini. Bukan masalah
akhlak saja, akibat dari itu juga menimbulkan rendahnya kualitas belajar siswa
ketika mengalami gangguan pada masa-masa remaja.
Untuk itu bimbingan orang tua terhadap anak pada seusia remaja sangatlah dibutuhkan agar
mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Agar
orang tua dapat memberikan bimbingan kepada putra-putrinya hendaknya mengetahui
perkembangan fisik remaja. Selain orang tua terdapat beberapa faktor yang dapat
membantu untuk memecahkan promatika remaja.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan di atas, dapat diambil rumusan masalah
sebagai berikut :
“Apa saja permasalahan pada dunia pergaulan remaja pada masa sekarang ini
dan bagaimana cara penaggulangannya?”
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami
peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik
emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah
(Hurlock, 1998).
peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik
emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah
(Hurlock, 1998).
Dalam
berbagai buku psikologi terdapat perbedaan pendapat tentang remaja namun pada
intinya mempunyai pengertian yang hampir sama. Penggunaan istilah untuk
menyebutkan masa peralihan masa anak dengan dewasa, ada yang menggunakan
istilah puberty (Inggris) puberteit (Belanda), pubertasi (Latin), yang berarti
kedewasaan yang dilandasi sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian dan
keperempuanan. Ada pula yang menyebutkan istilah adolescent (Latin) yaitu masa
muda. Istilah pubercense yang berasal dari kata pubis yang dimaksud dengan
pubishair atau mulai tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan. Istilah yang dipakai
di Indonesia para ahli psikologi juga bermacam-macam pendapat tentang definisi
remaja. Disini dapat diajukan batasan remana adalah masa peralihan dari masa
anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk
memasuki masa dewasa.
Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah
psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat
terjadinya perubahan sosial.
psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat
terjadinya perubahan sosial.
Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan,
namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan
bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang
pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan
perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat
memahami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi-dimensi tersebut.
1. Dimensi Biologis
Pada saat seorang anak memasuki masa
pubertas yang ditandai dengan
menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu:
menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu:
a. Follicle-Stimulating Hormone(FSH)
b. Luteinizing Hormone (LH).
Pada anak perempuan, kedua hormon tersebut
merangsang pertumbuhan estrogen
dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan.
Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone
(ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone.
Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan akan mendapat menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja.
2. Dimensi Kognitif
Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli
perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations).
perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations).
Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri
dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak.
Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri.
dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak.
Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri.
3. Dimensi Moral
Masa remaja adalah periode dimana
seseorang mulai bertanya-tanya
mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasarbagi pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka, misalnya: politik, kemanusiaan, perang, keadaan sosial, dsb. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama
ini tanpa bantahan. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Secara kritis, remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya
mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasarbagi pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka, misalnya: politik, kemanusiaan, perang, keadaan sosial, dsb. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama
ini tanpa bantahan. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Secara kritis, remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya
4. Dimensi Psikologis
Masa remaja merupakan masa yang penuh
gejolak. Pada masa ini mood
(suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini
seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.
(suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini
seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.
Pada usia 16 tahun ke atas, keeksentrikan remaja akan berkurang dengan
sendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia nyata. Pada saat itu, Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau pun dipikirkannya. Anggapan remaja bahwa mereka selalu diperhatikan oleh orang lain kemudian menjadi tidak berdasar. Pada saat inilah, remaja mulai dihadapkan dengan realita dan tantangan untuk menyesuaikan impian dan angan-angan mereka dengan kenyataan.
Para remaja juga sering menganggap
diri mereka serba mampu, sehingga
seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. Tindakan impulsif sering dilakukan; sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang.Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatanmereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab.
Dari beberapa dimensi perubahan yang terjadi pada remaja seperti yang
telah dijelaskan diatas maka terdapat kemungkinan-kemungkinan perilaku yang bisa terjadi pada masa ini. Diantaranya adalah perilaku yang mengundang resiko dan berdampak negative pada remaja. Perilaku yang mengundang resiko pada masa remaja misalnya seperti penggunaan alcohol, tembakau dan zat lainnya; aktivitas social yang berganti – ganti pasangan dan perilaku menentang bahaya seperti balapan, selancar udara, dan layang gantung (Kaplan dan Sadock, 1997).
seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. Tindakan impulsif sering dilakukan; sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang.Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatanmereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab.
Dari beberapa dimensi perubahan yang terjadi pada remaja seperti yang
telah dijelaskan diatas maka terdapat kemungkinan-kemungkinan perilaku yang bisa terjadi pada masa ini. Diantaranya adalah perilaku yang mengundang resiko dan berdampak negative pada remaja. Perilaku yang mengundang resiko pada masa remaja misalnya seperti penggunaan alcohol, tembakau dan zat lainnya; aktivitas social yang berganti – ganti pasangan dan perilaku menentang bahaya seperti balapan, selancar udara, dan layang gantung (Kaplan dan Sadock, 1997).
Alasan perilaku yang mengundang resiko adalah bermacam – macam dan
berhubungan dengan dinamika fobia balik ( conterphobic dynamic ), rasa takut dianggap tidak cakap, perlu untuk menegaskan identitas maskulin dan dinamika kelompok seperti tekanan teman sebaya.
B.
Pergaulan Remaja Secara Islami
Adalah remaja yang sopan terhadap
sesama muslim dan remaja yang sopan dalam berpakaian dan dengan kata-kata yang
lembut dan tertutup.
Memang remaja ini, kalau menurut zaman sekarang adalah zaman kuno, akan tetapi menurut ajaran Islam adalah wanita harus menutup auratnya dan dilarang memperlihatkan anggota tubuhnya yang sexy itu. Karena aurat wanita itu sangat mahal harganya dan remaja ini biasa sangat kuper.
Remaja seperti ini biasanya jarang suka bergabung dengan teman-temannya lain, karena dia lebih suka mengurung diri dan dia sukanya sholat, mengaji, dll.
Memang remaja ini, kalau menurut zaman sekarang adalah zaman kuno, akan tetapi menurut ajaran Islam adalah wanita harus menutup auratnya dan dilarang memperlihatkan anggota tubuhnya yang sexy itu. Karena aurat wanita itu sangat mahal harganya dan remaja ini biasa sangat kuper.
Remaja seperti ini biasanya jarang suka bergabung dengan teman-temannya lain, karena dia lebih suka mengurung diri dan dia sukanya sholat, mengaji, dll.
Ketika seseorang menjadi remaja, maka
dia dibesarkan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, sebagaimana yang
diwajibkan kepada orang dewasa. Dia sudah bertanggung-jawab kepada Allah SWT
atas segala yang dilakukan. Setiap kesalahan yang dilakukan akan dicatat
sebagai dosa dan setiap kebaikan dicatat sebagai amal sholeh yang akan
mendapatkan pahala.
Apabila remaja bisa menjalankannya dengan baik, maka Allah akan senantiasa menolongnya dan apabila remaja masih belum bisa menjalankannya, maka Allah tidak mungkin menolongnya.
Kalau remaja sekarang ini menganggap agama itu nomor 2, remaja sekarang lebih suka bergaul dengan teman-teman dan lupa dengan kewajibannya sendiri. Dan bisa-bisa terjerumus dengan golongan setan dan setan itu selalu menggoda umat Islam untuk meninggalkan kewajibannya sebagai umat muslim. Jika umatnya menyebut nama Allah maka godaan itu tidak akan menjerumuskan kita.
Apabila remaja bisa menjalankannya dengan baik, maka Allah akan senantiasa menolongnya dan apabila remaja masih belum bisa menjalankannya, maka Allah tidak mungkin menolongnya.
Kalau remaja sekarang ini menganggap agama itu nomor 2, remaja sekarang lebih suka bergaul dengan teman-teman dan lupa dengan kewajibannya sendiri. Dan bisa-bisa terjerumus dengan golongan setan dan setan itu selalu menggoda umat Islam untuk meninggalkan kewajibannya sebagai umat muslim. Jika umatnya menyebut nama Allah maka godaan itu tidak akan menjerumuskan kita.
C.
Percintaan Remaja
Pengertiannya di zaman sekarang
banyak anak remaja yang memulai kebiasaannya dengan berpacaran. Karena di jaman
sekarang termasuk jaman yang modern yang kebanyakan anak remaja sedang
suka-sukanya berpacaran karena kalau mereka tidak melakukan hal-hal yang
seperti itu mereka disebut anak kuper yang ketinggalan jaman. Sebab masa
sekarang sering terjadi anak yang lagi asyik berpacaran biasanya mereka selalu
senang dengan sendirinya tidak merugikan orang lain karena itu mereka selalu
berkata percintaan itu indah dan yang lain ngontrak, itu yang sering diucapkan
pada anak remaja yang sedang bercinta.
Terkadang anak remaja sekarang banyak yang kecewa karena bercinta merugikan mereka. Banyak anak yang rela mati demi sang kekasihnya. Oleh karena itu agama menyarankan bahwa anak-anak yang masih kecil beranjak dewasa janganlah terlalu tergiur oleh hal semacam itu. Karena sangat merugikan, bukan merugikan diri sendiri saja melainkan orang lain yang dekat dengan kita.
Dan agama menyarankan bahwa bukan tidak diperbolehkan bercinta/berpacaran, tapi berdasarkan norma-norma yang berlaku. Contoh bercinta yang didasari norma-norma agama Islam :
a. Tidak diperbolehkan berpegangan tangan.
b. Tidak diperbolehkan berdekatan/ saling berdekatan.
c. Tidak diperbolehkan berciuman.
d. Tidak diperbolehkan berboncengan mesra
Dan itu diperbolehkan bila orang itu sudah sah menjadi suami isteri.
Anak remaja sekarang banyak yang tergoda dan tergiur, karena hawa nafsunya anak remaja sangat besar. Oleh karena itu banyak remaja yang senang bercinta karena ingin mendapatkan hak yang tidak diperbolehkan kecuali kalau mereka sudah menikah.
Contoh masalah remaja yang sering terjadi di zaman sekarang :
1. Banyak anak yang masih usia sekolah hamil diluar nikah.
2. Banyak anak yang mencoba melakukan bunuh diri karena putus
cinta. Dan lain sebagainya
Dan masih dalam masalah remaja.
Banyak anak yang masih dalam tahap sekolah ia berpacaran dengan sangat
keterlaluan akhirnya ia hamil dan anaknya/janinnya digugurkan/dibunuh karena
sang pacar/orang yang menghamili tidak mau bertanggung-jawab, dan masih ada
pula masalah karena ia sudah bertekad dan mempunyai keinginan untuk menikah
atau melangsungkan hidupnya dengan berkeluarga, maka mayoritas anak sekolah
banyak yang memutuskan sekolahnya dan keinginannya.
Oleh sebab itu masalah itu sangat diperhatikan oleh negara karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Dan masalah kemiskinan, pengangguran adalah ulah orang yang tidak bertanggung-jawab karena ia memilih berkeluarga dibandingkan dengan bersekolah.
Oleh sebab itu masalah itu sangat diperhatikan oleh negara karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Dan masalah kemiskinan, pengangguran adalah ulah orang yang tidak bertanggung-jawab karena ia memilih berkeluarga dibandingkan dengan bersekolah.
D. Realita Remaja : Hamil Di Luar Nikah (Free Sex)
Hamil di luar nikah terjadi akibat
pergaulan bebas yang telah melampaui batas yang banyak dilakukan oleh
pasangan-pasangan yang belum mempunyai ikatan resmi. Dalam hal pernikahan
biasanya oleh pasangan muda-mudi usia sekolah atau yang masih remaja.
Dua sejoli yang saling mencintai dan melakukan hubungan intim (hubungan suami isteri) yang belum saatnya disebabkan oleh :
Dua sejoli yang saling mencintai dan melakukan hubungan intim (hubungan suami isteri) yang belum saatnya disebabkan oleh :
1. Kurangnya pengawasan orangtua.
2. Gampang terpengaruh.
3. Tidak dapat menjaga diri & kepercayaan orangtua
yang telah diberikan
Akibat free sex :
1. Hamil di luar nikah.
2. Membuat malu sanak keluarga.
3. Bunuh diri karena tidak tahan menanggung malu.
4. Menggugurkan janin hasil free sex karena tidak ingin menanggung
malu.
5. Terjadinya pembunuhan karena pihak lelaki tidak mau
bertanggung-jawab.
E.
Kriminalitas Remaja
Kriminalitas merupakan masalah yang
sangat serius yang dihadapi oleh semua negara di dunia. Karena dapat merugikan
dan mempengaruhi perkembangan gaya hidup para remaja. Tingginya angka
kriminalitas tidak hanya disebabkan oleh orang-orang usia dewasa, tetapi juga
oleh remaja yang semakin hari semakin meningkat.
Dari kenyataan menunjukkan bahwa remaja pada era ini banyak sekali yang terlibat dengan hal-hal yang termasuk kriminalitas seperti :
1. Penggunaan dan mengedarkan narkoba
Penggunaan dan peredaran narkoba saat
ini semakin meluas, tidak hanya dari kalangan dewasa saja tetapi anak-anak dan
juga remaja. Kenyataan menunjukkan bahwa saat ini banyak sekali siswa-siswi
usia sekolah yang menggunakan narkoba dari SMA, mahasiswi bahkan siswa-siswi
Sekolah Dasar.
Adapun tata cara pengedar narkoba untuk meracuni akal fikiran para remaja sebagai berikut :
Adapun tata cara pengedar narkoba untuk meracuni akal fikiran para remaja sebagai berikut :
a. Datang dari teman yang mula-mula menawarkan narkoba dengan
alasan menjernihkan fikiran yang sedang kacau sehingga terpengaruh.
b. Para pengedar yang mendatangi sekolah-sekolah atau kampus yang
semula menghasut para siswa-siswi untuk mencoba dan kemudian mereka merasa
ketagihan.
c.
Datang dari rasa ingin tahu
dan ingin mencoba.
Pada dasarnya narkoba sendiri ialah zat yang bersifat adiktif yaitu zat
yang dapat mempengaruhi atau membuat ketagihan yang dapat merusak sistem syaraf
motorik dan jaringan pertahanan tubuh.
Macam-macam narkoba contohnya ganja, heroin, sabu-sabu, putaw, morfin, dll.
Macam-macam narkoba contohnya ganja, heroin, sabu-sabu, putaw, morfin, dll.
Ciri-ciri pengguna narkoba :
a. Mata lelap
b. Pupil mengecil
c. Badan kurus
d. Bibir berwarna kebiru-biruan
e. Pandangan kosong
f. Jarang mandi
Akibat dari narkoba :
a. Dapat menyebabkan HIV dan AIDS.
b. Overdosis bagi yang terlalu banyak menggunakannya.
c. Akan terasa sakit di seluruh tubuh jika telat mengkonsumsinya
d. Akan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya jika sedang
sakaw.
e. Kematian.
2. Pencurian barang dan kendaraan bermotor
Pencurian barang-barang elektronik
dan kendaraan bermotor sekarang ini sedang marak terjadi. Kepolisian menyatakan
tingkat kriminalitas dalam hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang karena
faktor ekonomi.
Pencurian tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja tetapi juga para remaja. Faktor-faktor yang mempengaruhi para remaja untuk melakukan pencurian :
Pencurian tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja tetapi juga para remaja. Faktor-faktor yang mempengaruhi para remaja untuk melakukan pencurian :
a. Kemiskinan
b. Keinginan untuk memiliki barang tersebut
c. Ejekan dari teman-teman dekat
d. Ingin mempunyai sesuatu tetapi tidak kesempatan karena faktor
ekonomi
3. Pemerkosaan
Banyak anak-anak di bawah umur yang
menjadi korban pemerkosaan karena kurangnya pengawasan dari pihak orangtua. Dan
kesalahan bagi pihak pemerkosa. Pemerkosaan terjadi karena tersangka melihat
tubuh korban yang sangat molek dan rasa ingin menikmati.
Faktor-faktor terjadinya pemerkosaan :
a. Kurangnya pengawasan dari orangtua.
b. Korban yang terlalu membuka aurat.
c. Tidak dapat menahan nafsu.
d. Adapun juga karena faktor balas dendam.
e. Kurangnya jatah biologis dari isteri.
F.
Pergaulan Remaja
Pergaulan remaja di identikkan dengan
sekumpulan anak yang membentuk suatu kelompok (geng) dengan peraturan-peraturan
tertentu yang beragam tidak sedikit dari remaja yang salah dalam memilih
pergaulan.
Macam-macam pergaulan :
Macam-macam pergaulan :
1. Pergaulan Bebas
Kenyataan menunjukkan bahwa banyak
dari remaja yang salah dalam memilih pergaulan seperti :
a. Bergaul dengan anak-anak yang jauh dari pengawasan orang tua
b. Bergaul dengan anak-anak pengguna barang-barang terlarang
c. Bergaul dengan anak-anak geng motor dan sebagainya.
Adapun akibat dari salah memilih pergaulan
:
a. Tidak memperdulikan perkataan orang tua
b. Perlakuannya semakin hari semakin brutal
c. Ikut turut serta menggunakan barang-barang terlarang
d. Melakukan hal-hal yang kurang baik
e. Semakin jauh dari orang tua
f. Sering membolos saat sekolah
g. Masa depan hancur karena hamil diluar nikah
2. Pergaulan Secara Sehat dan Menurut Syariat Islam
Ialah : pergaulan yang
diidentifikasikan secara sehat dan menurut syariat islam pergaulan ini sangat
bagus dan tidak merugikan siapa pun terutama diri kita sendiri. Karena secara fisik
ialah pergaulan yang sangat luar biasa yang ditanamkan kepada semua umat Islam
agar tidak salah pilih terhadap pergaulan.
Keuntungan dari pergaulan yang secara
sehat antara lain :
a. Tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
b. Tidak membuat kekecewaan terhadap orangtua.
c. Orang-orang makin senang terhadap perlakuannya.
d. Dan patut dicontoh untuk mencari pergaulan yang secara
sehat/fisik.
3. Penyebab pergaulan bebas antara lain :
a. Gara-gara kurang perhatian atau pengawasan dari orangtua
sehingga anaknya mudah terpengaruh oleh orang lain seperti : anak berandalan,
anak punk, anak jalanan, dan anak-anak nakal, dsb.
b. Keluarga yang tidak teratur yang biasanya mementingkan pekerjaan
sendiri dan tidak peduli terhadap anak-anaknya sehingga anaknya jarang berkumpul dengan orangtuanya.
sendiri dan tidak peduli terhadap anak-anaknya sehingga anaknya jarang berkumpul dengan orangtuanya.
Penyebab pergaulan bebas bisa juga dari kurangnya kasih sayang dari orangtua kepada anaknya. Maka jangan sampai kita kurang pengawasan dari orangtua. Karena orangtua bisa menjadi semangat hidupmu. Dan janganlah kamu menjadi anak yang tidak tahu sopan santun.
Akibat pergaulan bebas dan saling bermusuhan termasuk akhlaq yang tidak baik, karena bisa merusak masyarakat yang lain, dan merugikan orang lain. Dan membuat kita selalu bermusuhan dan di penuhi rasa saling membenci yang menimbulkan pertengkaran. Karena dengan itu manusia akan lupa diri dan melakukan hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu berusahalah untuk melawan kejahatan agar tidak terjerumus dalam lembah kegelapan.
G.
Menanggulangi masalah yang terjadi pada remaja
Selain ketiga masalah psikososial
yang sering terjadi pada remaja seperti
yang disebutkan dan dibahas diatas terdapat pula masalah masalah lain pada
remaja seperti tawuran, kenakalan remaja, kecemasan, menarik diri, kesulitan
belajar, depresi dll.
yang disebutkan dan dibahas diatas terdapat pula masalah masalah lain pada
remaja seperti tawuran, kenakalan remaja, kecemasan, menarik diri, kesulitan
belajar, depresi dll.
Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak
mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remajalah masa depan bangsa ini digantungkan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah
semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :
1. Peran Orangtua
Adapun peran-peran yang harus dilakukan dalam menaggulangi masalah
remaja adalah :
a. Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan
balita
b. Membekali anak dengan dasar moral dan agama
c. Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak
d. Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
e. Menjai tokoh panutan bagi anak baik. Menjaga lingkungan yang sehat
f. Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak
g. Hindarkan anak dari NAPZA
2. Peran Guru
a. Bersahabat dengan siswa
b. Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
c. Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada
kegiatan ekstrakurikuler.
d. Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga.
e. Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP
f. Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas
g. Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah
lain
h. Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek
setempat.
setempat.
i.
Mewaspadai adanya
provokator
j.
Mengadakan kompetisi sehat,
seni budaya dan olahraga antar sekolah
k. Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara
sehat dalah hal fisik, mental, spiritual dan sosial
l.
Meningkatkan deteksi dini
penyalahgunaan NAPZA
3. Peran Pemerintah dan masyarakat
a. Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti
b. Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas
anak melalui
olahraga dan bermain
c. Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas
d. Memberikan keteladanan
e. Menanggulangi NAPZA, dengan menerapkan peraturan dan hukumnya secara
tegas
f. Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat
hiburan
4. Peran Media
1. Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesaui
usia)
2. Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak
provokatif)
3. Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang
bebas biaya
khusus untuk remaja
H.
Remaja dan Perilaku Hidup Sehat
Remaja yang bersikap hidup sehat
adalah remaja:
1. Mengerti tujuan hidup
2. Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan
kematangannya.
kematangannya.
3. Bergaul dengan bijaksana
4. Terus menerus memperbaiki diri
Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjaga remaja yang handal dan sehat. Remaja harus mengetahui dirinya
memiliki kekhawatiran dan harapan, dengan
kata lain remaja harus mengerti dirinya sendiri.
Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain fisik, intelektual,
emosional, spiritual. Kecepatan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Fisik 35%
Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain fisik, intelektual,
emosional, spiritual. Kecepatan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Fisik 35%
3. Intelektual 20%
4. Emosional 30%
5. Spiritual 15%
Faktor fisik berkembang secara tepat sedangkan faktor lainnya berkembang
tidak sama besar. Perkembangan yang tidak seimbang inilah yang menimbulkan kejanggalan dan berpengaruh terhadap perilaku remaja.
Bagaimana seseorang remaja melihat dirinya sendiri, orang lain serta
hubungannya dengan orang lain termasuk orang tua dan pembina? Kadangkadang ia ingin dianggap sebagai anak-anak, orang dewasa, orang lain dianggap sebagai orang tua, teman. Hubungan dirinya dengan orang lain dianggap bersifat:
1. Otoriter ------- demokratis
2. Tertutup ------- terbuka
3. Formal ------- informal
Semua tersebut di atas dalam keadaan "dalam perjalanan menuju"
Sehingga dapat dilihat segalanya
masih dalam proses dan tidak berada dalam kutub atau masa anak-anak ataupun kutub atau masa
dewasa.
"Dalam perjalanan menuju" ini yang menonjol adalah:
"Dalam perjalanan menuju" ini yang menonjol adalah:
1. Fisik yang kuat
2. Emosi yang cepat tersinggung
3. Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang
4. Pertimbangan agama, falsafah, ataupun tatakrama hanya
kadang-kadang
saja dipakai.
saja dipakai.
Dan "Dalam perjalanan menuju" yang paling penting diketahui
oleh remaja
adalahbagaimana remaja dapat berproses :
adalahbagaimana remaja dapat berproses :
1. Menuju fisik yang ideal
2. Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh
3. Menuju cara berfikir dewasa
4. Menuju mempercayai hal-hal yang agamais, bersifat falsafah dan
bersifat
tatakrama
tatakrama
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari isi makalah ini, kelompok kami mengambil beberapa kesimpulan bahwa:
1. Kenakalan remaja terjadi karena berbagai faktor
baik dari kondisi remaja itu
sendiri maupun dari faktor
lingkungan yang tidak sehat.
2. Akibat yang di timbulkan dari tindakan remaja yang tidak baik
dapaat merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
3. Perilaku remaja yang sering kali mengakibatkan kehamilan di luar
nikah, di sebabkan oleh kurangnya kesadaran remaja itu sendiri akan tindakanya,
dan bahwa remaja tersebut masih dalam kondisi labil, dalam arti belum mampu
mengendalikan diri dengan baik.
4. Tindakan remaja yang sering kali menampakan aurat, dapat memicu
terjadinya tindakan yang tidak baik, ( pemerkosaan )
5. Hidup yang sehat adalah hidup yang teratur, dekat dengan orang
tua, dan rajin beribadah, sehingga iman seseorang akan baik jika diimbangi
dengan tindakan baik pula.
B.
Saran
Dalam penggulangan
permasalahan remaja tidak hanya dituntut agar pribadi remaja itu sendiri untuk
berubaha. Akantetapi perlu bantuan dan dukungan baik dari orang tua, guru dan
lingkungan masyarakat.
Daftar Pustaka
Anonim.2010.”Pengertian Kenakalan Remaja”.[online].http://matheduunila.
blogspot.com /2009/10/pengertian-kenakalan-remaja.html. (diakses pada tanggal
26 Juni 2010).Anonim.2010.”Seks Bebas”. [online].http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/seks-bebas-2/.(diakses pada tanggal 10 Juli 2010).
Daryanto. 1997.Kamus Bahasa indonesia Lengkap.Surabaya:Apollo.
Gunarsa, S.D., & Gunarsa, Y.1995.Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga.Jakarta:PT BPK Gunung Mulia.
Lapu, Yuven Merdiaris,2010.”Kenakalan Remaja”.[online] http://sabdaspace.com/kenakalan_remaja. (diaksespada tanggal 26 Juni 2010).
Mulyono, B.1995. Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya.Yogyakarta:Kanisius.
Puspitawati, Herien.2000.”Perilaku Kenakalan Remaja Pengaruh Lingkungan Keluarga dan/atau Lingkungan Teman?”.[online]. http://rudyct.com/PPS702-ipb/01101/HERIEN.htm. (diakses pada tanggal 26 Juni 2010).
Saptono. 2006. ”Perilaku Seks Bebas Di Kalangan Remaja dan Orang (Dewasa)Sudah Berkeluarga (Sebuah Kajian tentang Pperilaku dan Kebutuhan)”.[online]. http://www.scribd.com/doc/13753330/Free-Sex. (diaksespada tanggal 26 Juni 2010).
Willis, S. 1994. Problema Remaja dan Pemecahannya. Bandung:Penerbit Angkasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar